Keep Istiqomah!! ^_^

Semakin kita dewasa, masalah yang datang juga semakin ‘dewasa’. Benarkah?atau hanya sebatas dugaan?
misalkan usia anda, 19 tahun, dengan berada di lingkungan kuliah-kampus, keluarga, cinta, sahabat dan label aktivis. Lalu maslah yang timbul adalah tentang pekerjaan. Tentu ‘salah-sambung’. Kita belum menjamah dunia itu, tentu kita tak akan menadapat masalah dari sana. Jadi sebenarnya, kita yang mendatangi masalah atau maslah yang mendatangi kita?
Pernah mendengar kalimat ini?
Jika tak ingin mendapat maslah dalam hidup, lebih baik tak usah hidup
Kejam memang.tapi benar. Bagaimana pun, hidup ini bagai anak tangga yang tengah kita daki. Naik dan bukan turun. Seiring bertambahnya angka tiap tahun dan berkurangnya jatah hidup, maslah tak ingin kalah. Ia pun berlomba ‘menyamai’ kita. Berusaha mensejajarkan langkah dengan kita. Hasilnya, masalah pun hadir di tiap langkah kita dalam menaiki tangga kehidupan. Kadang kita terlalu lelah dan lengah. Ketika itu, masalah menjadi lebih unggul mengusai situasi. Langkah kita terhenti pada titik tersebut. Kaki kita tak dapat melangkah ke anak tangga selajutnya. Itu lah saat dimana kita merasa, hidup ini tak adil. Kalah.
Menengok ke bawah tak ada salahnya. Atau kata lainnya adalah ber-muhasabah. Mencoba mengingat apa saja yang telah dilakukan hingga membuat langkah kita terhenti.kesalahan itu wajar. Karena kita adalah manusia. Jangan lantas kita menyalahkan diri sendiri. Merutuki nasib dan tak mensyukuri yang terjadi. Kesalahan itu memang menyeabkan maslah. Tapi karena maslah-lah seorang Einstein mampu mencipatakan rumus E=MC2(kuadrat :D). dan sekarang, rumus itu digunakan untuk menyelesaikan masalah dalam ilmu pengetahuan.
Itulah masalah. Menyebakan kesalahan. Namun jika kita peka dan tak ragu, maka jawban atas masalah pun ada. Cobalah tengok Qs. Al-baqoroh ayat 286 : Alloh tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.”

Ayat-ayat cinta-Nya adalah sebuah janji yang tak akan ingkar. Tidak seperti manusia yang seringkali ingkar atau lupa. Wallohu a’lam..

Cintailah hidupmu, meski jalan hidupmu mengharuskan kau berjalan yang penuh duri…! Janganlah lari namun tetaplah lalui masalah jika kau telah melaluinya , kau akan jadi lebih dewasa dalam menghadapi kehidupan dan pada akhirnya akan begitu banyak senyuman di hidupmu

By:sunflower ^_^v

Sebelum kita memasuki bulan suci yang kita nanti-nanti selama setahun ini, kita melewati sebuah bulan yang tak kalah indahnya. Yaitu Bulan Sya’ban. Dalam riwayat Imam Bukhari, Aisyah ra. menceritakan, bahwa Rosululloh saw selalu memperbanyak puasa di bulan Sya’ban. Bahkan dalam riwayat lain dikatakan bahwa tidak ada bulan melebihi bulan Sya’ban yang di dalamnya Rasulullah saw berpuasa.

Tentu alangkah baiknya jika kita memiliki persiapan yang baik sebelum bertemu dengan bulan Ramadhan. Persiapan-prsiapan tersebut dapat kita siapkan di bulan ini. Sya’ban. Bukankah  jika kita kan bertemu dengan orang yang kita rindui dan sayangi , kita juga pasti akan mempersiapkan diri dengan baik?begitu juga dengan Ramadhan esok.

Ramadhan kita ibaratkan sebagai ajang berlomba dalam ber-fastabiqul khairaat (berlomba-lombalah dalam kebaikan)(Al Baqarah:148). Sama saja ketika kita akan mengikuti sebuah turnamen atau olimpiade. Akan banyak pelatihan-pelatihan yang kita ikuti sebelumnya. Dalam bulan sya’ban ini, kita ibaratkan sebagai  ajang ‘pelatihan’. Yaitu dengan memperbanyak berpuasa.

Dalam kitab As-Shahihain (Shahih Bukhari dan Muslim) terdapat hadits ‘Aisyah ra., dia berkata: “Aku belum pernah melihat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam menyempurnakan shaum selama satu bulan penuh kecuali pada bulan Ramadhan, dan aku belum pernah melihat beliau memperbanyak shaum dalam satu bulan kecuali pada bulan Sya’ban.”

Itulah yang Rosululloh saw lakukan.

Allah berfirman: “Wainnaka la’alaa khuluqin adhiim (Dan sesungguhnya kamu (Muhammad) benar-benar mempunyai akhlaq yang agung)” (Al Qalam:4). Maka setiap yang dicontohkan Rasulullah saw pasti baik untuk kemanusiaan di dunia maupun di akhirat.

Bukankah jika kita menginginkan akhir yang indah dengan kemenangan ada di tangan, sebelumnya harus kita persiapkan dengan baik?

Ya Alloh, sampaikan kami berjumpa dengan bulan Ramadhan ini, aamiin.Wallohu a’lam

Sudah lama juga diriku tidak mendengarkan media yang satu ini. Radio. Di purwokerto, jujur saja, tak ada satu pun stasiun radio pun ku suka. Mulai dari acara, pancaran gelombang yang sering menghilang dan masih banyak kekecewaan yang ku dapat. Karena itu saat diasana, jarang sekali menghidupkan radio. Padahal sejak kelsa X SMA, aku suka sekali mendengarkan radio. Radio temani ku belajar, saat sepi menyapa, keramaian memanggil. Sebagian kisah hidupku juga tertuang disana. Manis jika di kenang

Di 107,0 fm. Radio Dakta, ada penyiar favorit ku dan sahabatku. Ka Yudhi Darmawan (hoho). Ku akui suaranya ‘enak’ didengar sebagai seorang penyiar. Acara yang ku suka dari hari senin-Jum’at pukul 9 pagi sampai 4 sore adalah mendengarkan berita-berita aktual dan lagu-lagu yang sedang hits. Di waktu itu pula aku dan teman-teman, saat istirahat sekolah, iseng mengirim salam via sms. Padahal yang dikirmi salam, tengah duduk manis disebelahku samil mendengarkan radio yang gelombangnya sama.Pukul 16.00, waktunya diriku menimba ilmu agama di radio ini. Karena radio dakta adalah radio islami. Mendengarkan kajian SAMARA/ curhat seputar cinta, kajian fiqh, aqidah, seputar alam ghoib, request nasyid. Kita dapatkan di radio ini loh..

Ingin mengucapkan ‘happy ultah’ atau ‘met milad’? di 97,9 fm. Radio Kayu Manis Jakarta, setiap harinya, pukul 6 sampai 7 pagi. Ada acara khusus dimana kita dapat mengucapkan kepada orang-orang tersayang disekitar kita yang sedang ber ulang tahun di hari itu. Kado yang dapat diberikan lewat acara ini adalah lagu-lagu yang di request si pengucap ulang tahun. (siapa yang mo ngucapin buat akuuu? :D )

Mau tahu perkembangan lagu-lagu pop Indonesia atau mancanegara yang sedang hits?Dengerin 98,7 fm. Gan fm (bener kan ya tulisannya). Acara gokil “salah-sambung” yang dapat membuat kita mesem-mesem atau tertawa juga oke!Hatihati, kalian bias jadi korban “salah-sambung” berikutnya!!

Siapa sih, yang gat au I-Radio? Di bandung dan Jogjakarta juga ada. Tapi kalo di Jakarta, terdapat di gelombang 89,6 fm. Radio ini 100 % musik Indonesia (katanya yang siaran)

Suka Film Asia?Artis-artis Korea, Jepang atau mandarin?atau lagu-lagunya?. 93,6 fm setiap hari senin, rabu dan sabtu (moga belum berubah). Dari pukul 8 sampai 10 malam, acara ini menyediakan informasi yang oke punya. Bisa request lagu-lagu anima, soundtrack2 film Asia juga loh…

Ada satu lagi. Radio Islami. 107,7 fm. Namanya juga Islamic radio. Murottal dan nasyid yang diputar. Selain itu juga dapat mengirim salam sambil bertukar tausiyah atau informasi. Tapi saying seribu saying, pancaran gelombangnya sering menghilang dari tempatku.

Sebenarnya masih banyak acara-acara radio lain yang ku suka. Tapi jika ku ceritakan semua, ku rasa akan jadi cerita yang membosankan. Bagaimana pun, yang paling ku suka saat mendengarkan radio adalah ketika informasi dan wawasanku dapat bertambah.

Semester dua lalu, aku pernah melamar jadi seorang penyiar radio di salah satu stasiun radio islam yang ada di purwokerto. Alhamdulillah diterima. Tapi saying, waktunya belum tepat dan banyak pertimbangan. Akhirnya ku putuskan ‘melepas-nya’ dari hidupuku (bukan drive..). Ya, untuk saat ini bukan itu yang menjadi prioritas.

Jadi teringat salah satu lagu Sheila on 7, yang liriknya “Lewat radio..aku sampaikan, kerinduan yang lama terpendam..” (hohoho). Hmm…apa pun itu, semoga dapat bermanfa’at untuk hidup kita.

-Menunggu sms ku dibacakan oleh penyiar-

Masih nyambung dengan cerita sebelumnya. Saat mas dan mba yang ku ceritakan di Terangkai Sayang Untuk Kalian, silaturahim ke rumah, mereka bertanya satu hal pada ku,

“ Ki, ada rencana mau mengabdi dimana?”

Rencana masa depan ku ditanyakan oleh mereka. Entahlah, sejujurnya aku ingin mengabdi di daerah Jawa Tengah. Tepatnya di daerah rumah nenek. Kroya-Cilacap (eh, bukan tempatnya teroris lohh). Alasannya sederhana, tapi tak mudah untuk dijalankan. Aku ingin mensyi’arkan Islam disana. Tepatnya berda’wah. Disamping itu aku juga ingin membangun sebuah keluarga yang sakinah dan melahirkan mujahid-mujahid kecil (sumpeh dech..pipi gw merah nulis ini :”>)

Semua masih rahasia. Jodoh kan, tidak ada yang tau. Jika ada kesempatan mengabdi disana, kenapa tidak?Lagi pula, di daerah Jakarta sudah banyak penduduk. Jadi daripada memuat semakin sesak, ada baiknya ‘lari’ ke tempat yang agak longgar. Selain itu, ingin benar-benar mengamalkan profesi ku dibidang kesehatan. Apoteker. Di masyarakat desa pada umumnya kan, masih sedikit orang yang paham tentang pentingnya kesehatan.

Semoga semua itu bias terwujud dan bernilai da’wah.aamiin..

-hmmm…di jalan da’wah aku menikah…-

Taman Bunga, 23 Juli 1990

‘Aku melihatnya. Menyaksikan punggungnya yang tegar. Berdiri membelakangiku dengan kuat seolah tak terjadi apa pun. Bahkan senyum itu, masih ku dapati di wajahnya’

Maafkan aku yang yang telah mencintaimu, matahari..Aku mencintai dan menyanyangimu karena Rabb-ku. Aku ingin menjaga dan melindungimu juga karena Tuhan ku. Kau..dengan keseriusanmu mengatakan..

“aku ingin setiap pagi kau tersenyum untukku. Aku ingin ketika aku membuka mata ada dirimu yang menunggu kehadiran cahayaku.Karena kau membutuhkannya. Sunflower, aku membutuhkan dirimu dalam hidupku..”

Ah..Matahari, sakit ku mendengarnya. Dulu, ketika hati, ku buka lebar untukmu, kau seperti tak peduli. Walau ku tau, kau memiliki cinta yang sama denganku.

Dulu, saat aku mengharapmu untuk segera meminta diriku untuk selalu ada disampingmu, kau seperti tak mengerti. Walau aku tau, kau sangat paham tentang ku. Kau selalu memperhatikan ku.

Matahari, maafkan aku yang mungkin hadir dalam ruang di hatimu. Maafkan yang tanpa izin masuk ke kisi-kisi hatimu. Membuka satu kisah dalam hidupmu dan peran utamanya adalah diriku.

Kini peran utama itu akan pergi. Meninggalkan kisah yang kau ciptakan. Tinggalkan segala kesedihan dan kebahagiaanmu. Cinta dan bencimu. Menciptakan air mata dalam kerinduan yang tak mungkin lagi dapat berbalas.

Terimakasih untuk perhatianmu yang sesaat. Namun ku yakin, rasa itu kan abadi di hatimu.

Matahari, jangan tanya alasan ku pergi. Karena hanya semakin menyakitiku. Temukanlah sunflower yang lain. ia yang dapat memberi senyuman untukmu. Untuk yang terakhir, aku ingin mengatakan..aku mencintaimu..sangat mencintaimu, matahariku.

-Bacanya jangan serius2 amad dunkz!!-

Hari ini aku tak bisa professional! Pertama, karena ada seseorang disana yang membuat ku khawatir. Sms-ku yang tak dibalas. Mungkin karena aku yang salah. Terlalu kekanakan. Maaf kan aku..

Kedua, lepi-ku tiba-tiba mati saat hotspotan di jam istirahat tadi. Detik ini, saat aku menulis tulisan ini di selembar kertas, aku sedang kuliah kimia analisis II.

Duh Rabbi..Konsentrasi ku pecah. Kuliah hanya 20 % yang masuk ke otak. Yang lainnya menguap seperti etanol.

Begitulah, ketika kita tak bias focus pada satu hal, maka ke profesioanlan kita di pertanyakan.

Evaluasi untuk pribadi ku. Tapi tak salah juga jika kita melihat dari sisi organisasi. Ya, ketika kita tidak focus kerja, maka hasilnya tidak akan optimal. Profesionalitas yang memang harus dijaga, seperti hilang tak berbekas.Ada baiknya kita memiliki focus kerja, program yang harus kita jalankan dan target. Aaahhh…’andai ku bisa membuat diriku menjadi dua’ (lirik from dinda, gradasi).

-kimia analisis II, kromatografi gas, kelas-

Pagi ini saya pulang dari Jakarta menuju purwokerto. Tempat saya menuntut ilmu. Kota Satriya (katanya..). hampir dua tahun saya kuliah di UNSOED. Belum pernah satu kali pun saya mudik atau pulang baik dari Jakarta mau pun purwokerto menaiki bis. Entahlah, saya juga tak tau apa alasan pastinya. Yang jelas, ada suatu ke engganan. Dengan kata lain, saya lebih suka , jika perjalanan pulang saya ditemani oleh kereta.

Dari masalah efisiensi waktu. Perjalanan dengan bis lebih memakan waktu yang lebih lama dibandingkan jika menaiki kereta. Jika saya berangkat dengan sawunggalih pagi dari purwokerto pukul 08.30, maka kurang lebih 14.30 saya sudah sampai Jakarta. Apabila dengan bis, sekitar pukul 5 sore baru sampai terminal pulogadung (pengalaman banyak teman)

Selain itu, entah kenapa saya lebih merasa safety jika pulang dengan kereta. Bisnis tentunya. Apalagi yang eksekutif. Lihat saja berita yang banyak tersiar. Perampokan, penipuan, kehilangan uang dan yang lainnya lebih bayak terjadi di terminal bis. Hmm..sugesti juga mungkin. Padahal semua itu kembali ke diri kita sendiri dan penjagaan dari DIA. Karena itu, walau jadwal keretanya malam, akan tetap saya naiki. Ya, walau tidak ahsan untuk seorang akhwat. Lagi pula, ibu juga tidak mengizinkan pulang dengan bis ^_^

Yang paling ku suka saat naik kereta api adalah, ketika sudah memasuki daeran Bumiayu. Lukisan Alloh yang terpapar indah!. Dari atas kereta dapat ku lihat sungai dan air terjun kecil. Sawah dan teraseringnya. Ahh..subhanalloh..

Tapi, di balik kelebihan pasti ada kekurangan. Tengok saja masalah harga. Kereta jelas lebih mahal. Ekonomi (kalau belum berubah) Rp. 30.000,00. Bisnis Rp. 80.000,00 dan ekskutif Rp. 180.00,00. sedangkan harga bis ber-ac yang saya tau, Lorena Rp.50.00,00 sudah termasuk makan. Begitulah. Tak ada yang sempurna. Manusia saja punya kekurangan, apalagi buatan manusia ^_^v

Biar bagaimana pun, naik mobil ayah bersama ibu dan adik sepupu yang maniz adalah hal yang paling menyenangkan. Karena tak ada kesendirian yang menemani. Aku rindu mereka..(hikz)

-sawunggalih, cirebon, ditemani konayuki-

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.