Posted by: sunflowermuslimah on: Agustus 14, 2009
Semakin kita dewasa, masalah yang datang juga semakin ‘dewasa’. Benarkah?atau hanya sebatas dugaan?
misalkan usia anda, 19 tahun, dengan berada di lingkungan kuliah-kampus, keluarga, cinta, sahabat dan label aktivis. Lalu maslah yang timbul adalah tentang pekerjaan. Tentu ‘salah-sambung’. Kita belum menjamah dunia itu, tentu kita tak akan menadapat masalah dari sana. Jadi sebenarnya, kita yang mendatangi masalah atau maslah yang mendatangi kita?
Pernah mendengar kalimat ini?
Jika tak ingin mendapat maslah dalam hidup, lebih baik tak usah hidup
Kejam memang.tapi benar. Bagaimana pun, hidup ini bagai anak tangga yang tengah kita daki. Naik dan bukan turun. Seiring bertambahnya angka tiap tahun dan berkurangnya jatah hidup, maslah tak ingin kalah. Ia pun berlomba ‘menyamai’ kita. Berusaha mensejajarkan langkah dengan kita. Hasilnya, masalah pun hadir di tiap langkah kita dalam menaiki tangga kehidupan. Kadang kita terlalu lelah dan lengah. Ketika itu, masalah menjadi lebih unggul mengusai situasi. Langkah kita terhenti pada titik tersebut. Kaki kita tak dapat melangkah ke anak tangga selajutnya. Itu lah saat dimana kita merasa, hidup ini tak adil. Kalah.
Menengok ke bawah tak ada salahnya. Atau kata lainnya adalah ber-muhasabah. Mencoba mengingat apa saja yang telah dilakukan hingga membuat langkah kita terhenti.kesalahan itu wajar. Karena kita adalah manusia. Jangan lantas kita menyalahkan diri sendiri. Merutuki nasib dan tak mensyukuri yang terjadi. Kesalahan itu memang menyeabkan maslah. Tapi karena maslah-lah seorang Einstein mampu mencipatakan rumus E=MC2(kuadrat
). dan sekarang, rumus itu digunakan untuk menyelesaikan masalah dalam ilmu pengetahuan.
Itulah masalah. Menyebakan kesalahan. Namun jika kita peka dan tak ragu, maka jawban atas masalah pun ada. Cobalah tengok Qs. Al-baqoroh ayat 286 : Alloh tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.”
Ayat-ayat cinta-Nya adalah sebuah janji yang tak akan ingkar. Tidak seperti manusia yang seringkali ingkar atau lupa. Wallohu a’lam..
Cintailah hidupmu, meski jalan hidupmu mengharuskan kau berjalan yang penuh duri…! Janganlah lari namun tetaplah lalui masalah jika kau telah melaluinya , kau akan jadi lebih dewasa dalam menghadapi kehidupan dan pada akhirnya akan begitu banyak senyuman di hidupmu
By:sunflower ^_^v
Agustus 14, 2009 pada 9:37 am
cintai hidupmu